Model Pembelajaran Interaktif untuk Dongkrak Antusiasme dan Keterlibatan Siswa

Posted on

Dalam bidang pendidikan khususnya di era modern, metode pengajaran terus berkembang. Tujuannya tentu saja untuk menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang semakin beragam. Salah satu metode yang kini banyak diterapkan adalah model pembelajaran interaktif.

Di mana model tersebut digadang-gadang lebih mampu membangun suasana kelas. Bahkan aktivitas kelas kian menyenangkan, mendorong kreativitas, hingga meningkatkan pemahaman sekaligus retensi informasi. Mari kita ulas lebih detail.

Model Pembelajaran Interaktif
Istock

Mengenal Apa Itu Model Pembelajaran Interaktif

Pada dasarnya, pembelajaran interaktif adalah teknik pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Terutama melalui partisipasi langsung dalam kegiatan belajar. Pada konsep ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses interaksi. Baik antara siswa dengan materi, siswa dengan siswa lain, serta siswa dengan guru.

Tujuan utamanya yaitu membangun komunikasi dua arah yang dinamis. Sekaligus memperkuat kerja sama antar siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Proses belajar tidak lagi sekadar menyerap informasi. Melainkan juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Karakteristik Pembelajaran Interaktif

Model pembelajaran interaktif memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari pengajaran tradisional. Pertama, modelnya menuntut keterlibatan aktif siswa. Baik dalam bentuk diskusi, tanya jawab, simulasi, proyek kelompok, maupun permainan edukatif.

Kedua, pembelajaran bersifat kolaboratif dan berbasis dialog, bukan monolog. Guru mendorong siswa untuk saling bertukar ide dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Lain dari pembelajaran konvensional, siswa cenderung menjadi penerima informasi pasif.

Pengajaran konvensional sering mengandalkan ceramah dan buku teks sebagai sumber utama pembelajaran. Sebaliknya, konsep interaktif menggabungkan berbagai sumber dan strategi. Seperti diskusi kelompok, studi kasus, pemecahan masalah, roleplay, hingga pemanfaatan teknologi. Sebut saja video, infografik, kuis digital, atau eksperimen langsung.

Bahkan, evaluasi berlangsung tidak hanya berdasarkan hasil akhir. Melainkan juga dari proses dan partisipasi aktif siswa selama belajar. Hasilnya, lingkungan kelas menjadi lebih terbuka, komunikatif dan penuh interaksi.

Berdasarkan kanal YouTube Belajar Era Digital, secara psikologis, model pengajaran interaktif lebih mampu membangun hubungan sosial antar siswa. Ini turut serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Sehingga layak disebut sebagai pembelajaran menyenangkan, bukan kewajiban yang membebani.

Cara Menerapkan Pembelajaran Interaktif di Kelas

Untuk menerapkan model pembelajaran interaktif di kelas, guru perlu merancang kegiatan yang mampu mengundang partisipasi aktif siswa. Sebagai contoh, langkah pertama adalah mempersiapkan materi yang tidak hanya informatif. Namun juga membuka ruang untuk diskusi dan eksplorasi.

Misalnya, alih-alih menjelaskan teori secara panjang lebar, guru dapat menyajikannya dalam bentuk video singkat. Kemudian meminta para siswa mendiskusikan isi video tersebut dalam kelompok mereka.

Contoh kegiatan interaktif lainnya adalah belajar berbasis proyek (project-based learning). Misalnya dalam mata pelajaran IPA, siswa bisa membuat alat sederhana seperti filter air atau termometer buatan. Setelah itu mempresentasikan proses dan hasilnya.

Aktivitas seperti ini mendorong mereka untuk berpikir kreatif, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru bisa mengajak siswa bermain roleplay dari cerita fiksi yang sedang dipelajari. Ini membantu siswa memahami karakter, alur, dan pesan dari cerita tersebut lewat cara menyenangkan.

Manfaat Pembelajaran Interaktif

Teknik belajar interaktif tentu memiliki dampak positif yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Mereka lebih mudah memahami materi karena terlibat langsung dalam prosesnya. Selain itu, siswa turut belajar bekerja dalam tim, mengemukakan ide dan menyelesaikan masalah secara mandiri.

Dari sisi guru, model ini memberi kesempatan untuk mengenal karakter dan kebutuhan belajar setiap siswa lebih dalam. Guru juga bisa menyesuaikan pengajaran sesuai dinamika kelas. Sekaligus menciptakan suasana belajar yang tidak monoton. Agar penerapan model pembelajaran interaktif berhasil, guru perlu kreatif dalam merancang aktivitas yang menarik. Semoga bermanfaat!