Aplikasi Belajar Bahasa Mandarin, Latih Kemampuan Berbahasa dengan Cara yang Seru

Posted on

Menguasai bahasa Mandarin di era global seperti sekarang bukan hanya menjadi nilai tambah. Melainkan juga bisa membuka banyak peluang, baik untuk karier, studi, maupun relasi internasional. Salah satu cara efektif sekaligus menyenangkan untuk mempelajarinya adalah dengan memanfaatkan aplikasi belajar bahasa Mandarin.

Lewat aplikasi, proses belajar menjadi semakin fleksibel, interaktif dan bisa disesuaikan dengan ritme masing-masing pelajar.

Aplikasi Belajar Bahasa Mandarin
Istock

Rekomendasi Aplikasi Belajar Bahasa Mandarin

Saat ini, ada banyak platform latihan bahasa Mandarin yang menarik dan inovatif. Hal ini tentu memberi keleluasaan dalam memilih. Namun terkadang juga bisa membuat bingung. Nah, berikut beberapa rekomendasi terbaik yang bisa dicoba untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin.

1. HelloChinese

Bagi pemula, HelloChinese bisa menjadi pintu masuk yang ideal dalam belajar Mandarin. Aplikasi ini menggabungkan pembelajaran bahasa dengan elemen permainan. Sehingga prosesnya terasa lebih ringan dan tidak membosankan.

Setiap pelajaran tersusun dengan kurikulum yang terstruktur, fokus pada percakapan sehari-hari, serta didukung transkripsi atau terjemahan bahasa Inggris. HelloChinese juga mencakup level pembelajaran dari dasar hingga HSK 6.

Salah satu fitur unggulannya adalah pengenalan suara. Hal yang membantu pengguna melatih pelafalan dan nada, dua aspek krusial dalam bahasa Mandarin. Tak hanya itu, pengguna juga bisa belajar menulis karakter Mandarin langsung melalui layar. Menjadikan pengalaman belajar makin menyeluruh.

2. Pleco

Selanjutnya ada aplikasi belajar bahasa Mandarin Pleco yang lebih dari sekadar kamus digital. Ini adalah alat bantu lengkap. Salah satu keunggulannya adalah kemampuan bekerja secara offline. Sangat berguna untuk belajar kapanpun dan dimanapun tanpa tergantung koneksi internet.

Aplikasinya memungkinkan pencarian karakter dengan berbagai cara. Termasuk mengetik, menggambar langsung dengan jari, atau menggunakan kamera. Selain itu, pengguna bisa mencari kata berdasarkan pinyin, karakter atau kombinasi keduanya.

Berdasarkan review Zainul Mustafa dalam YouTube pribadinya, Pleco turut menyediakan fitur flashcard bebas custom. Pengguna dapat mengunggah sendiri daftar kosakata untuk dilatih secara rutin. Selain itu, kehadiran fitur pencarian cepat dalam dokumen atau file teks sangat membantu pelajar tingkat lanjut. Tak sampai 3 detik, setiap apapun yang dicari bisa langsung ketemu.

3. FluentU

Kalau lebih suka belajar melalui konten nyata, seperti video dan percakapan asli, FluentU bisa jadi pilihan terbaik. Aplikasi ini menyajikan pembelajaran bahasa Mandarin melalui media. Seperti vlog, trailer film dan wawancara, lengkap dengan subtitle interaktif.

Setiap video dilengkapi transkrip dalam bahasa Mandarin, pinyin dan terjemahan bahasa Inggris. Jika menemukan kata sulit, cukup arahkan kursor atau ketuk kata tersebut untuk melihat maknanya. Bahkan beserta contoh penggunaannya di konteks lain.

4. Anki

Berikutnya yaitu Anki yang ideal bagi penyuka belajar mandiri dan fokus menghafal kosakata. Ini adalah program flashcard yang menggunakan sistem pengulangan bertahap atau Spaced Repetition System (SRS). Telah terbukti efektif untuk mengingat informasi jangka panjang.

Pengguna bisa membuat sendiri deck (kumpulan kartu belajar) atau mengunduh dari komunitas pengguna Anki yang tersebar di seluruh dunia. Versi Android tersedia gratis, sementara pengguna iOS bisa mengakses aplikasinya dengan sekali bayar.

5. Ninchanese

Terakhir dalam rekomendasi ini adalah Ninchanese sebagai aplikasi yang menawarkan pengalaman belajar lengkap dan menyenangkan berbasis gamifikasi. Aplikasinya menyediakan lebih dari 1.500 pelajaran, mencakup semua level HSK dari 1 hingga 6.

Pelajaran di dalamnya meliputi empat aspek penting bahasa. Sebut saja membaca, menulis, mendengar dan berbicara. Setiap materi tersaji dengan latihan seperti pembentukan kalimat, latihan pengucapan, praktik dialog, hingga pencocokan kosakata.

Belajar di Les vs Otodidak dengan Aplikasi Mana yang Lebih Baik?

Setiap orang memiliki gaya belajar bahasa yang berbeda. Begitu pula dalam mempelajari bahasa Mandarin. Dua metode yang sering dipilih adalah belajar melalui les atau secara otodidak menggunakan aplikasi. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Belajar di lembaga kursus atau les formal umumnya menawarkan pembelajaran yang terstruktur. Di sini, peserta didampingi langsung oleh pengajar profesional yang bisa memberi penjelasan secara detail, memperbaiki pelafalan dan memberikan umpan balik langsung.

Selain itu, ada interaksi sosial yang bisa membantu melatih kemampuan berbicara melalui diskusi atau roleplay dengan sesama peserta. Namun, belajar di les biasanya memiliki jadwal tetap, sehingga tidak terlalu fleksibel. Biayanya pun cenderung lebih tinggi, tergantung lembaga dan program yang peserta ambil.

Sementara itu, belajar secara otodidak melalui aplikasi memberikan fleksibilitas penuh. Pengguna bisa belajar kapan saja dan di mana saja, sesuai waktu luang masing-masing. Banyak aplikasi juga menyediakan materi pembelajaran menarik, mulai dari video interaktif hingga kuis.

Dari segi biaya, aplikasi umumnya lebih hemat, bahkan banyak yang gratis. Meski begitu, belajar mandiri membutuhkan disiplin tinggi dan kemampuan mengatur jadwal sendiri. Selain itu, interaksi sosial dan praktik berbicara bisa terbatas jika tidak peserta imbangi dengan latihan tambahan.

Pada akhirnya, pilihan terbaik sangat tergantung pada kebutuhan dan gaya belajar masing-masing individu. Ada yang lebih cocok dengan bimbingan langsung di kelas. Sementara yang lain merasa lebih nyaman dan bebas saat memanfaatkan aplikasi belajar bahasa Mandarin. Kombinasi keduanya justru bisa menjadi strategi paling efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *