Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab, Mudahkan Komunikasi

Posted on

Bahasa menjadi alat komunikasi, sedangkan pengajarannya bertujuan untuk mengembangkan kompetensi komunikatif pembelajaran. Dalam hal ini, perhatian guru harus dipusatkan pada penggunaan bahasa, sehingga perlu melakukan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran, salah satunya bahasa Arab.

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab
pixabay

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab dan Kelebihannya

Dalam pembelajaran bahasa Arab, pendekatan komunikatif menjadi salah model pembelajaran efektif dan populer. Jadi, pendekatan ini menempatkan bahasa sebagai sarana berinteraksi sosial. Tak hanya sekedar menjadi struktur gramatikal yang harus siswa hafalkan.

Sebagai Motivasi Belajar

Pembelajaran bahasa komunikatif bertujuan untuk memberikan siswa informasi, pengalaman dan praktik untuk kepentingan komunikasi. Sehingga para siswa dapat mencapai kompetensi berbahasa dengan baik di berbagai situasi.

Pengajaran bahasa secara komunikatif dapat menjadi motivasi belajar karena dapat menciptakan kemampuan memasukkan aspek pragmatik dalam keterampilan berbahasa, kemampuan menciptakan kalimat gramatikal dan menyesuaikan ajaran dengan komunikasi.

Pendekatan ini membuat siswa dapat memahami teks dan menjawab soal serta menggunakan bahasa dalam konteks kehidupan nyata. Misalnya saja meminta bantuan, menyapa dan lain sebagainya.

Komunikasi Lancar

Pendekatan komunikatif bahasa bisa didapatkan melalui komunikasi, sehingga tak hanya mengaktifkan pengetahuan namun dapat meningkatkan kemampuan berbahasa. Caranya dengan mengevaluasi perkembangan dari sistem bahasa itu sendiri.

Awal mulanya belajar menggunakan Bahasa Arab, kemudian berubah menjadi memakai Bahasa Arab untuk mempelajarinya. Hal ini membuat suasana kelas semakin hidup berkat aktivitas komunikasi menggunakan berbagai model interaksi. Bahkan tingkat kebebasan cukup tinggi dan tak membosankan bagi, para siswa pun nyaman dan lancar berkomunikasi.

Prosedur Pembelajaran Bahasa Komunikatif

Prosedur pembelajaran bahasa komunikatif antara lain melakukan pelatihan oral secara individu maupun kelompok. Kemudian tanya jawab yang berhubungan dengan situasi dan topik dialog, pengalaman pribadi sesuai tema dialog atau yang lainnya. Selanjutnya pengalaman lisan, menyalin dialog singkat dalam teks pelajaran atau modul hingga evaluasi pembelajaran secara lisan.

Channel YouTube Siti Marhamah menyampaikan metode pembelajaran menggunakan pendekatan komunikatif dan keterampilan proses. Hal yang ditekankan seperti proses belajar, kreativitas dan aktivitas peserta didik dalam memperoleh keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata. Gaya pengajaran bahasa asing menggunakan Audio-Lingual lebih menyenangkan, sehingga siswa tidak mudah bosan.

Unsur Teori Pembelajaran Pendekatan Komunikatif

Pendekatan komunikatif menonjolkan aspek komunikasi bahasa dan interaksi. Unsur dari teori pembelajaran ini adalah:

  • Prinsip Komunikasi: Kegiatan yang melibatkan komunikasi nyata, sehingga dapat meningkatkan pembelajaran.
  • Prinsip Tugas: Aktivitas atau kegiatan yang bermakna untuk mempromosikan pembelajaran.
  • Prinsip Kebermaknaan: Bahasa yang bermakna dan menunjang proses pembelajaran bagi peserta.

Pada dasarnya, belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Kemudian untuk pembelajaran bahasa Arab harus dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, baik secara tulisan maupun lisan. Karena bahasa merupakan alat komunikasi dan mempunyai banyak fungsi.

Pendekatan komunikatif dengan menggunakan aspek gramatika yang fungsional atau aspek sosiolinguistik sebagai latar penggunaan bahasa. Kemudian pendekatan komunikatif untuk pembelajaran bahasa Arab sebaiknya bersifat kreatif supaya minat belajar dapat meningkat. Selain itu, dapat memotivasi aktivitas komunikatif dan menciptakan situasi yang dapat mendukung tujuan dari komunikasi sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.

Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Arab berfokus pada peningkatan keterampilan berbahasa. Hal ini dapat membuat peserta didik mampu menangkap seluruh komunikasi tanpa menganalisa bahasa menjadi unsur kebahasaan seperti kosakata, pola kalimat dan yang lainnya. Pendekatan ini juga berguna untuk mengembangkan potensi dalam menguasai keterampilan berbahasa, seperti membaca, berbicara, menyimak dan menulis secara terpadu. /nen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *