Metode Belajar Berhitung Jarimatika, Efektif dan Menyenangkan

Posted on

Kemampuan berhitung merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting untuk anak kuasai sejak kecil. Ini bukan hanya soal mendapatkan hasil. Namun juga tentang bagaimana mereka memahami konsep angka dan logika matematika. Sayangnya, tidak semua anak merasa nyaman atau cepat memahami perhitungan. Untuk mengatasi hal tersebut, muncullah berbagai metode kreatif. Salah satunya konsep belajar berhitung jarimatika.

Belajar Berhitung Jarimatika
Istock

Memahami Apa Itu Metode Belajar Berhitung Jarimatika

Jarimatika adalah metode berhitung yang menggabungkan jari tangan dan matematika. Keduanya menjadi alat bantu utama untuk menyelesaikan operasi hitung dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian.

Kata “jarimatika” sendiri merupakan singkatan dari “jari” dan “matematika”. Metode ini pertama kali diperkenalkan secara luas di Indonesia pada awal tahun 2000-an. Para penemunya adalah tim pendidik yang ingin membuat pembelajaran matematika lebih menyenangkan.

Meskipun tidak ada catatan resmi mengenai siapa penemunya, metode ini berhasil digunakan secara luas. Bahkan menjadi bagian dari kurikulum tambahan di berbagai sekolah maupun lembaga kursus.

Hal yang membuat jarimatika unik adalah tekniknya sangat konkret. Anak tidak lagi membayangkan angka secara abstrak di kepala. Melainkan menggunakan jari sebagai media visual maupun kinestetik. Ini sangat membantu anak-anak usia dini yang masih mengembangkan kemampuan berpikir abstrak.

Trik Belajar Jarimatika yang Cepat

Salah satu keunggulan metode jarimatika adalah kesederhanaan dalam penerapannya. Untuk anak-anak, belajar berhitung jarimatika bisa kita mulai hanya dengan dua tangan. Sehingga mengaplikasikan 10 jari yang mewakili angka-angka tertentu.

Berdasarkan kanal YouTube Ayo Cerdas Indonesia, terdapat dua bagian tangan, di mana sebelah kanan menjadi angka satuan. Sementara tangan kiri merupakan bagian dari angka puluhan. Artinya, dalam operasi penjumlahan sederhana, anak bisa mulai menghitung dari angka yang ada di satu tangan. Kemudian menambahkan angka lain dari tangan sebelahnya.

Misalnya, jika ingin menghitung 3 + 4. Maka, tiga jari tangan kanan dibuka (melambangkan angka 3). Adapun empat jari tangan kanan terbuka (melambangkan angka 4). Lalu anak menghitung semua jari yang terbuka menjadi 3 + 4 = 7.

Namun, jarimatika tidak berhenti pada hitungan dasar. Untuk perkalian, misalnya, ada pola tertentu yang digunakan. Contohnya:

Jika ingin menghitung perkalian 6 × 7, anak bisa menggunakan metode lipatan jari. Jari-jari tangan kita beri nomor mulai dari jempol (1) hingga kelingking (5). Untuk angka 6 hingga 10, anak cukup menekuk jari yang sesuai dengan angka dikurangi lima.

Untuk 6 × 7, berarti jari ke-1 (6-5=1) di tangan kiri dan jari ke-2 (7-5=2) di tangan kanan kita tekuk. Jumlah jari yang terlipat menunjukkan puluhan: 1 (kiri) + 2 (kanan) = 3 artinya 30. Sisa jari yang terbuka di kiri (4 jari) dan kanan (3 jari) dikalikan: 4 × 3 = 12. Maka hasilnya: 30 + 12 = 42

Keuntungan Belajar Jarimatika Dibanding Metode Lain

Ada banyak keuntungan belajar berhitung jarimatika daripada metode lain. Salah satunya, Lewat jari-jari, anak dapat langsung melihat dan merasakan proses berhitung. Ini sangat cocok untuk anak usia dini. Ketika kemampuan berpikir konkret masih lebih dominan daripada abstrak.

Jari tangan selalu tersedia di mana pun anak berada. Sehingga mereka bisa belajar kapan saja tanpa perlu membawa alat bantu seperti kalkulator atau sempoa. Bahkan, aktivitas fisik yang melibatkan jari-jari dapat membantu meningkatkan koordinasi motorik halus serta memperkuat memori anak.

Selain itu, karena metode ini mudah dipahami dan menyenangkan, anak-anak lebih cepat menguasai keterampilan berhitung. Di masa depan, mereka menjadi lebih percaya diri dalam pelajaran matematika.

Kapan Anak Sebaiknya Mulai Belajar Jarimatika?

Idealnya, anak bisa mulai kita perkenalkan dengan metode perhitungan jarimatika sejak usia 4 hingga 5 tahun. Tepat ketika mereka mulai mengenal angka dan konsep jumlah. Namun, penggunaan metode ini sangat fleksibel dan bisa terus kita gunakan hingga usia 9–10 tahun.

Banyak anak yang mampu menguasai belajar berhitung jarimatika dalam waktu 1–3 bulan. Tergantung pada konsistensi latihan dan metode yang orang tua gunakan. Bahkan, jika melakukannya secara rutin, anak dapat berhitung cepat hingga dua kali lipat dari metode konvensional. /Edit

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *