Kegiatan Study Tour sebagai Sarana Edukasi dan Pengembangan Karakter

Posted on

Kegiatan study tour atau kunjungan edukatif adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa melakukan perjalanan ke lokasi tertentu untuk mendapatkan pengalaman belajar langsung di luar kelas. Meskipun banyak pihak mengakui nilai penting dari kegiatan ini, beberapa masih mempertanyakan sejauh mana manfaatnya.

Kegiatan Study Tour
albayananyer.sch.id

Manfaat Kegiatan Study Tour

Study tour menawarkan berbagai manfaat, antara lain memperluas wawasan peserta, meningkatkan pemahaman materi pelajaran melalui pengalaman langsung, membangun keterampilan sosial, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana menyenangkan untuk memperkuat kerja sama dan kebersamaan antar peserta.

Menyajikan Pengalaman Belajar di Luar Kelas

Tidak semua aspek pembelajaran bisa disampaikan hanya melalui pertemuan di kelas. Kegiatan ini memiliki peran penting karena memungkinkan peserta untuk menghadapi masalah secara langsung dan memperoleh pemahaman mendalam dengan mengamati serta berinteraksi dengan objek penelitian secara nyata. Selain itu, pengalaman ini mendorong kemampuan analisis dan kreativitas yang sulit didapatkan melalui metode pembelajaran konvensional.

Menyediakan Sumber Informasi Secara Langsung

Hanya membaca buku seringkali tidak cukup untuk memahami suatu masalah secara mendalam. Siswa cenderung merasa jenuh dan sulit menangkap isi penjelasan yang tertulis.

Peserta didik dapat langsung mengamati objek-obyek pembelajaran di lapangan, sehingga konsep yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami. Informasi diperoleh bersifat faktual karena diperoleh langsung dari sumbernya, sekaligus meningkatkan pengalaman belajar yang nyata.

Mendapatkan Pengalaman Berharga

Metode pembelajaran ini memberikan kesempatan bagi murid untuk merasakan pengalaman yang unik dan berkesan. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga membekali siswa dengan keterampilan dan wawasan baru yang berguna untuk perkembangan akademik dan pribadi di tahap berikutnya.

Meningkatkan Kepedulian Terhadap Lingkungan

Kegiatan belajar di luar kelas memungkinkan peserta didik berinteraksi langsung dengan alam sekitar. Mereka dapat mengamati berbagai objek di lingkungan untuk memahami karakteristiknya serta hubungan dengan fenomena lain yang menjadi fokus penelitian. Pendekatan ini juga mendorong rasa tanggung jawab terhadap pelestarian alam dan pemahaman yang lebih mendalam tentang ekosistem di sekitarnya.

Mengembangkan Ketertarikan pada Bidang yang Diminati

Melalui kegiatan study tour, siswa memperoleh kesempatan untuk memahami dunia secara lebih luas. Mereka dapat mengenal berbagai profesi serta aktivitas sehari-hari dalam masyarakat.

Pengalaman ini membantu memperjelas dan menguatkan cita-cita yang ingin dicapai. Interaksi dengan orang-orang baru dan lingkungan berbeda juga membuka wawasan serta memperkaya pengetahuan siswa.

Meningkatkan Motivasi Belajar

Kegiatan kunjungan ke lokasi yang memiliki nilai edukatif memungkinkan siswa memperoleh pengalaman langsung dan memperluas pengetahuan mereka. Pendekatan ini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus meningkatkan semangat belajar karena memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Selain itu, interaksi dengan lingkungan nyata dapat membantu siswa lebih mudah memahami konsep yang dipelajari.

Perbandingan Study Tour dengan Field Trip

Study tour dan fieldtrip sama-sama merupakan kegiatan pembelajaran di luar kelas, namun memiliki fokus dan tujuan yang berbeda. Study tour biasanya bersifat lebih formal dan terstruktur, dengan tujuan utama memperluas wawasan serta pemahaman akademis melalui kunjungan ke tempat-tempat edukatif seperti museum, pabrik, atau lembaga budaya.

Sedangkan fieldtrip cenderung lebih sederhana dan bersifat pengalaman langsung di lapangan, misalnya observasi alam, penelitian lingkungan, atau kunjungan ke komunitas lokal, dengan penekanan pada praktik dan pengalaman langsung. Dengan demikian, study tour lebih menekankan aspek pembelajaran teoritis yang dikaitkan dengan materi sekolah. Sementara fieldtrip lebih menonjolkan pengalaman praktis dan interaksi langsung dengan objek atau fenomena yang dipelajari.

Video yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews menampilkan study tour siswa SD Muhammadiyah di Salatiga mengunjungi tiga negara. Perjalanan dimulai dengan penerbangan Garuda menuju Jakarta, kemudian dilanjutkan ke Malaysia, Thailand, dan Singapura. Kegiatan ini dilaksanakan karena para siswa secara disiplin menabung sejak kelas satu hingga kelas lima. Sehingga mampu mengikuti program perjalanan lintas negara.

Kegiatan study tour tidak hanya memberikan wawasan akademis, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam pengembangan karakter peserta. Melalui pengalaman langsung di berbagai tempat edukatif, peserta belajar menghargai budaya, meningkatkan kemandirian, serta melatih kemampuan sosial dan kerjasama./satya