Bagi banyak pelajar, tabel periodik unsur sering dianggap sebagai salah satu materi paling sulit dalam pelajaran kimia. Bukan hanya karena jumlahnya banyak, tetapi juga setiap unsur memiliki lambang, nomor atom, dan sifat-sifat berbeda. Namun, sejatinya cara menghafal tabel periodik unsur sangat mudah jika kita tahu triknya. Mari bahas lebih detail.

Cara Menghafal Tabel Periodik Unsur Kimia
Bagi yang belum tahu, tabel periodik adalah susunan unsur-unsur kimia yang tersusun berdasarkan kenaikan nomor atom maupun kemiripan sifat kimianya. Unsur-unsur ini terbagi ke dalam baris yang bernama periode. Sementara kolomnya punya sebutan golongan.
Setiap unsur punya simbol kimia unik, seperti H untuk hidrogen, O untuk oksigen, dan Na untuk natrium. Tabelnya sangat penting dalam kimia karena memberi informasi tentang sifat unsur, kecenderungan reaksi, jenis logam atau nonlogam. Bahkan dapat kita gunakan untuk memprediksi bagaimana suatu unsur akan bereaksi dengan unsur lain.
Dengan menghafal tabel periodik, kita bisa lebih mudah memahami reaksi kimia, menentukan konfigurasi elektron, dan memprediksi sifat suatu senyawa. Misalnya, jika kita tahu bahwa golongan IA adalah logam alkali yang sangat reaktif terhadap air. Maka kita bisa memperkirakan bagaimana litium atau natrium akan bereaksi dalam suatu percobaan.
Selain itu, hafalan ini sangat berguna saat menghadapi ujian, olimpiade sains, atau ketika bercita-cita menjadi ilmuwan hingga dokter. Adapun cara efektif menghafal tabel periodik kimia adalah sebagai berikut.
1. Mulai dari Golongan Utama
Langkah pertama yang disarankan dalam video Short @Vincdels adalah memulai hafalan dari golongan utama. Termasuk golongan IA, IIA, VIIA, dan golongan gas mulia (VIIIA). Golongan ini terdiri dari unsur-unsur penting dan sering muncul dalam soal-soal. Misalnya, golongan IA (logam alkali) berisi unsur Hidrogen (H), Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb) dan Fransium (Fr).
Untuk mempermudah, bisa membuat kalimat singkatan yang lucu atau aneh agar gampang diingat. Contohnya “HiLi NaK ReBu Cinta Frans.” (Hidrogen, Litium, Natrium, Kalium, Rubidium, Cesium, Fransium). Kalimat ini bisa berubah sesuka hati agar lebih mudah menempel di ingatan.
2. Gunakan Mnemonik dan Cerita Konyol
Selain singkatan, bisa juga membuat cerita imajinatif atau konyol dari urutan unsur. Misalnya untuk golongan VIIA (halogen), bisa hafalkan “Fulan Cinta Brisia Itu Asli.” Ini mewakili Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I) dan Astatin (At). Cerita atau kalimat semacam ini secara psikologis lebih mudah kita ingat karena melibatkan asosiasi visual dan emosi.
3. Bagi Hafalan Menjadi Beberapa Bagian
Daripada mencoba cara menghafal semua unsur dalam tabel periodik sekaligus, bagi hafalan menjadi beberapa blok kecil. Misalnya, hafalkan golongan IA minggu ini. Sedangkan golongan IIA minggu berikutnya, dan seterusnya. Dengan cara tersebut, beban hafalan terasa lebih ringan dan prosesnya jadi bertahap, bukan sekaligus.
4. Gunakan Tabel Periodik Berwarna
Bagi pelajar dengan gaya belajar visual, menggunakan tabel periodik berwarna akan sangat membantu. Misalnya, unsur logam kita beri warna biru, non-logam hijau, metaloid kuning, dan gas mulia ungu.
Warna-warna itu akan membentuk pola tertentu di otak yang bisa membantu mengingat letak dan jenis unsur. Cetak tabel ini dan tempel di dinding kamar agar bisa lihat setiap hari. Semakin sering melihatnya, otak akan terbiasa mengenali pola dan informasi tersebut akan menempel dengan sendirinya.
5. Manfaatkan Aplikasi atau Flashcard
Jika menyukai metode belajar digital, coba gunakan aplikasi hafalan tabel periodik yang tersedia di Play Store atau App Store. Banyak aplikasi yang menghadirkan kuis, mini game, atau flashcard interaktif. Ini tentu membuat hafalan terasa seperti bermain game. Jika tidak, bisa juga membuat kartu kecil berisi nama unsur dan simbolnya sebagai alat bantu belajar harian.
Cara menghafal tabel periodik unsur kimia memang membutuhkan waktu. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan dengan metode menyenangkan. Melalui kalimat lucu, cerita unik, tabel berwarna hingga aplikasi interaktif, proses hafalan tidak akan membosankan. Kuncinya adalah konsistensi dan metode yang sesuai. /Edit