Teknologi VR, atau Virtual Reality, telah membuat dampak signifikan di banyak bidang, termasuk di dunia pendidikan. Adanya kemampuan guna menciptakan simulasi secara mendalam, teknologi ini membuat pengalaman belajar menjadi lebih menarik dan interaktif. Melalui VR, siswa bisa merasakan pembelajaran seolah-olah ada di tengah materi yang mereka pelajari.

Pemanfaatan Teknologi VR dalam Dunia Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, teknologi Virtual Reality memberikan banyak keuntungan, terutama mengenai cara siswa belajar. Di metode pembelajaran konvensional, siswa sering kali hanya menggunakan bahan ajar seperti buku atau video. Nah, dengan adanya Virtual Reality, maka proses pembelajaran jadi lebih aktif dan praktis.
Berikut beberapa cara penggunaan untuk membuat proses belajar mengajar lebih menyenangkan.
-
Simulasi Pembelajaran
Salah satu cara terbaik untuk menggunakan teknologi Virtual Reality dalam pendidikan adalah melalui simulasi pembelajaran. Siswa dapat terlibat dalam simulasi yang meniru situasi nyata, seperti ruang operasi untuk mahasiswa kedokteran atau lab untuk siswa sains. Pengalaman ini memungkinkan pelajar untuk melatih keterampilan secara langsung tanpa adanya risiko, meningkatkan pengetahuan dan keahlian masing-masing.
Apabila melihat dari kanal YouTube Ayu Mulyani, alat seperti VR Box berguna untuk menghubungkan pikiran penggunanya supaya lebih dekat dengan komputer. Controller-nya sendiri berguna untuk menangkap semua pergerakan yang dilakukan oleh tangan dan mengirimkan informasi gerakan tersebut ke dalam sistem Virtual Reality. Sementara walker bisa berguna untuk mennagkap semua gerakan yang dilakukan oleh kaki dan mengirim informasi gerakan tersebut ke VR. Selain itu, adanya headset bisa memberikan kesan efek suara jernih dan juga jelas sehingga mampu membuat penggunanya terbawa dalam suasana yang tampak nyata.
-
Pembelajaran Berbasis Proyek
Teknologi VR juga mendukung pembelajaran berbasis proyek. Siswa dapat bekerja sama dalam lingkungan virtual untuk merancang proyek, membangun model, atau menyelesaikan masalah kompleks. Sebagai contoh, siswa dari bidang teknik dapat merancang bangunan atau mesin dalam dunia virtual. Selain itu, dapat memvisualisasikan hasilnya dalam format 3D sebelum menerapkannya di dunia nyata. Pendekatan ini mampu membuka kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
-
Pelajaran Interaktif
Selain itu, kehadiran teknologi Virtual Reality membuat pembelajaran interaktif menjadi lebih menarik. Guru dapat menyusun pelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam dunia virtual. Misalnya, dalam mata pelajaran Sejarah, siswa dapat “berkunjung” ke lokasi-lokasi bersejarah. Lalu, dalam pelajaran Biologi, siswa dapat mempelajari anatomi manusia secara mendalam dengan interaksi langsung melalui organ tubuh dalam dunia virtual. Menarik, bukan?
-
Ekspedisi Virtual
Lebih dari itu, penggunaan teknologi ini memungkinkan eksplorasi dengan visualisasi hampir nyata tanpa perlu meninggalkan ruang kelas. Tentunya, hal ini memberikan sudut pandang baru dalam pembelajaran, terutama untuk topik yang memerlukan pemahaman visual.
Ekspedisi virtual memberi siswa kesempatan untuk menjelajahi dunia tanpa batas. Adanya headset VR, siswa dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti reruntuhan kota kuno Pompeii atau Piramida Giza. Siswa juga dapat berjalan di sekitar lokasi tersebut, melihat detail arsitektur dan merasakan suasana dari era tersebut. Pengalaman ini tidak hanya memberikan wawasan sejarah, tetapi juga meningkatkan rasa untuk menghargai setiap warisan budaya manusia.
Perbedaan VR dan AR Teknologi dalam Metode Pembelajaran
Teknologi VR menciptakan sebuah lingkungan digital yang sepenuhnya berbeda dari kenyataan. Saat pengguna memakai headset VR, maka akan seolah terputus dari kenyataan dan masuk ke dunia virtual baru. Ini bisa berupa area yang dibuat dengan komputer, seperti dunia fantasi dalam video game atau bisa juga merupakan tiruan dari dunia nyata, seperti simulasi penerbangan.
Di sisi lain, Augmented Reality (AR) tidak menciptakan sebuah dunia baru. AR justru menambahkan unsur digital ke dalam realitas yang sudah ada. Adanya teknologi augmented reality, pengguna bisa melakukan hal-hal seperti menunjukkan arah di peta atau menyisipkan karakter digital ke dalam dunia nyata. Selain itu, AR juga memberikan tambahan informasi atau objek digital ke dalam kenyataan tanpa menghapus apa yang sudah ada.
Pada akhirnya, teknologi VR mampu menawarkan kesempatan besar dalam dunia pendidikan, terutama untuk membuat proses belajar jadi lebih menarik dan mendalam. Melalui simulasi pembelajaran efektif, pembelajaran berbasis proyek, pelajaran interaktif, hingga ekspedisi virtual, para siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan menyenangkan. Di masa depan, diharapkan akan lebih banyak lembaga pendidikan dengan menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas pengajaran. /ame



